udah lama gak buka blog... rindu sekali sudah pasti !
tapi keinginan itu dikubur karena perasaan yang terlalu berantakan, haha
gak tau kenapa, belakangan banyak banget diingatin bahkan terasa tertampar ..:(
pengen banget ngeblog, tapi keinginan untuk berdiam diri merenungi nasib itu terasa lebih menginspirasi..
pengen banget share ini sejak dulu, sejak masalah ini timbul
tapi selalu gak berani karena merasa menjadi tidak holy lagi
jadi merasa tidak sedang dekat dengan Tuhan
merasa tidak peka mendengar suaraNya
kesombongan rohani *sigh*
ingat puisi saya kemaren? (karena kupercaya), coba baca sekali lagi
tentang ketaatan, tentang keinginan Tuhan untuk kita taat tiap-tiap hari bukan sekali-sekali
itu tentang bagaimana kita taat dan tetap setia kepadaNya
masih ingat jugahkah dengan tulisan ku di Ku Jatuh Cinta ?
ada part dimana aku senang sekali mendapat pekerjaan baru yang lebih aku nikmati dari sebelumnya padahal aku kemaren bergumul sekali ketika memutuskan berhenti dari pekerjaan yg lama
Hal masalah ini menggangguku sedemikian beratnya,,
sampai Tuhan juga menegurku melalui adik-adik kelompokku yang punya keinginan sangat besar untuk kelompok tapi terkadang aku sendiri yang malah nggak ada waktu karena pekerjaanku ini,,
terasa tertampar sekali ....
aku kembali diingatkan lagi tentang komitmenku,, sebenarnya apa tujuan dan alasanku untuk stay di medan saat ini,
karena ingin memimpin mereka,,
tapi kok malah sekarang aku nggak punya waktu buat mereka...
airmata akhirnya keluar, terus-terusan, mengalir nggak berhenti sepanjang malam itu ..
benar-benar tertegur :(
sebenarnya masalahnya bukan terletak pada seharusnya aku bekerja atau tidak bekerja ..
aku pikirpun ketika kita tidak bekerja, kita juga tidak berhikmat dalam beberapa kondisi dan situasi..
jadi bukan berarti ketika sudah tamat harus bekerja ataupun sesudah tamat seharusnya bisa bekerja tapi kita malah memilih untuk tidak bekerja ..
dalam situasi dan kondisiku saat ini ,setelah lulus kompetensi dokter gigi aku pikir aku sudah bisa mengerjakan praktek di klinik karena aku sudah berkompoten, kompotensiku telah diakui.
ternyata setelah sedikit ditegur oleh senior dan kembali aku juga membaca undang-undang praktek kedokteran, aku baru tersadar ...
"dokter/dokter gigi tidak boleh melakukan praktek kedokteran terhadap pasien jika dia belum memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Ijin Praktek)"
Dan saat ini aku tidak sedang memiliki STR apalagi SIP, dan aku mengerjakan pasien di praktek.
dan yah well, aku telah melakukan pelanggaran.
Langsung ambil keputusan untuk resign dari tempat kerjaan ,tapi ya itu iblis juga nggak tinggal diam.
ngebayangin aku akan sangat lama berdiam diri, tidak mengerjakan pasien akan membuat jari-jariku kaku. akan membuat skillku tidak terasah, sementara di tempat praktekku ini, aku begitu banyak belajar. secara teori, pengalaman dan cara berkomunikasi dengan pasienpun, aku bisa mendapatkannya disini, terasa tidak ingin melepaskan pekerjaan ini :(
selain itu kakak senior dimana aku bekerja, begitu baik, nggak pernah pelit dengan ilmu. nggak tega juga rasanya mau meninggalkan dia yang sudah sangat baik itu, apalagi dia sedang hamil tua :(
menyenangkan Allah nggak selamanya juga bisa menyenangkan manusia.
saat aku mewartakan isi hatiku ...
aku bisa melihat kekecewaan dari sikapnya,,
aku melihat ketidakterimaannya dengan alasanku yang sepertinya nggak masuk akal,,
bahkan kemungkinan dia ngerasa bahwa aku sungguh bodoh menyia-nyiakam kesempatan,,
mulai hari itu, perasaanku ketika bekerja semakin tidak nyaman lagi,,
selain bekerja terpaksa (aku tetap masuk kerja sebelum aku bisa menemukan penggantiku), tekanan dari kakak senior juga terasa menghantui ..
sedih sekali rasanya bekerja di masa-masa penantian dokter gigi pengganti (untuk mencari drg pengganti yang juga memenuhi syarat (punya STR dan SIP), sangat sulit sekali)...
cukup lama juga aku bekerja disana dalam suasana hati yang sedemikian...
namun di masa-masa penantian ini, aku diajari oleh Tuhan banyak hal. banyak sekali...
melalui saat-saat teduhku yang ternyata terus menerus menguatkan,,
melalui kakak-kakak sepelayanan yang juga terus meneguhkanku dalam keputusan ini (inilah pentingnya persekutuan sesama orang percaya),,
semakin melihat keterbebanan mana yang sekarang sedang Tuhan beri porsi lebih di hatiku ..
hari ini tepat seminggu yang lalu, aku off dari pekerjaanku,,
akhirnya dokter gigi pengganti itu datang juga ,,
dalam diamNya ,Allah bekerja.
jalan-jalanNya di langit, jalan-jalannya kita di bumi.
PikiranNya memang tak terselami.
Kakak seniorku itu juga sudah bisa memulihkan hatinya,,
dia bisa menerima sebenarnya apa alasanku untuk tidak bisa melanjutkannya,,
semoga praktek kakak itu, boleh semakin Tuhan berkati.
Belajar untuk taat itu sungguh sulit, sangat sulit tapi bukan berarti tidak bisa. BISA !!!
apalagi ketika kita mau belajar taat, rasa-rasanya setiap hal di sekeliling kita itu sedang mendukung ketidaktaatan kita tersebut.
karena ternyata ada banyak dokter gigi yang belum punya STR dan SIP sekarang ini telah melakukan praktek-praktek kedokteran.
ada banyak dokter gigi yang mempekerjakan dokter gigi yang belum ada STR dan SIP bahkan mahasiswa co-ass.
dan mereka baik-baik saja sekarang ini, nggak hanya makmur secara financial tapi juga makmur secara ilmu.
lantas kenapa nggak ikut apa yang mereka buat saja, toh mereka sudah bertahun-tahun mengerjakannya tidak kena sanksi apapun.?
sebenarnya mereka telah mendapatkan sanksi aku pikir.
mungkin bukan sanksi hukum, tapi secara tidak langsung sebenarnya mereka sudah menerima sanksi moral. itupun kalau yang punya moral. hihi
ditambah lagi, ketika seseorang telah tamat dan lulus menyandang gelar dokter gigi, rasa-rasanya pengen bisa mendapatkan penghasilan atau setidaknya punya jawaban yang mantap ketika ditanya, "sekarang kerja dimana ?"
"belum bekerja"
serasa jatuh harga diri, hahahahaha :D
bukan itu sih maksudnya, karena proses untuk akhirnya memiliki STR yang sangat panjang ,belum lagi mengurus SIP nya, itu membutuhkan waktu yang sedemikian lama dan complicated.
jobless dalam masa kurang lebih bisa 6 bulan setelah tamat. itu masih untuk dapatkan STR nya saja, belum lagi untuk mengurus SIP nya.
aku rasa itu waktu yang cukup lama.
Di tengah dunia yang begitu menggoda menawarkan berjuta kenikmatan,
di tengah keterbatasan untuk menahan segala pencobaan,
di tengah pergumulan lain yang juga sedang dihadapi,
aku memilih untuk tetap taat. tidak sama dengan dunia ini.
karena aku anak Allah, murid Kristus. umat kepunyaanNya.
Tuhan juga bilang dalam Lukas 9:23, “...Setiap orang yang mau mengikut Aku ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Kalok mau ikut Dia, ya harus sangkal diri tiap hari, pikul salib tiap hari.
tapi kenapa mesti khawatir?, kan Tuhan janjikan kemenangan di setiap peperangan.
Tuhan janjikan sukacita ganti dukacita.
Allah kita itu dahsyat. Berkuasa atas segala kuasa.
Sekarang dengan bangga aja rasanya menjawab, "iya tidak sedang praktek dimana-mana tapi sedang bekerja, bekerja di ladangNya Tuhan"
hihi
Semoga, kita yang di dalam penantian-penantian ini, terus boleh tetap taat.
penantian dalam jenis dan bentuk apapun.
penantian pekerjaan, penantian dokter gigi pengganti (haha), penantian gelar dokter gigi yang agak sedikit memakan waktu lama, penantian STR&SIP bahkan penantian teman hidup (loh!-->mungkin akan ada pembicaraan lebih lanjut untuk yang satu ini :D)
Tuhan hanya meminta kita untuk tetap TAAT dalam masa-masa penantian ini,
TAAT setiap waktu, TAAT tiap-tiap hari :)
hingga pada akhirnya Ia menjawab penantian kita dengan SUKACITA yang INDAH.
dengan KEMENANGAN.
sehingga Ia terus yang dimuliakan melalui ketaatan yang kita kerjakan.
Selamat menanti dalam ketaatan kepadaNya.
14/10/2013-29/10/2013
tapi keinginan itu dikubur karena perasaan yang terlalu berantakan, haha
gak tau kenapa, belakangan banyak banget diingatin bahkan terasa tertampar ..:(
pengen banget ngeblog, tapi keinginan untuk berdiam diri merenungi nasib itu terasa lebih menginspirasi..
pengen banget share ini sejak dulu, sejak masalah ini timbul
tapi selalu gak berani karena merasa menjadi tidak holy lagi
jadi merasa tidak sedang dekat dengan Tuhan
merasa tidak peka mendengar suaraNya
kesombongan rohani *sigh*
ingat puisi saya kemaren? (karena kupercaya), coba baca sekali lagi
tentang ketaatan, tentang keinginan Tuhan untuk kita taat tiap-tiap hari bukan sekali-sekali
itu tentang bagaimana kita taat dan tetap setia kepadaNya
masih ingat jugahkah dengan tulisan ku di Ku Jatuh Cinta ?
ada part dimana aku senang sekali mendapat pekerjaan baru yang lebih aku nikmati dari sebelumnya padahal aku kemaren bergumul sekali ketika memutuskan berhenti dari pekerjaan yg lama
Hal masalah ini menggangguku sedemikian beratnya,,
sampai Tuhan juga menegurku melalui adik-adik kelompokku yang punya keinginan sangat besar untuk kelompok tapi terkadang aku sendiri yang malah nggak ada waktu karena pekerjaanku ini,,
terasa tertampar sekali ....
aku kembali diingatkan lagi tentang komitmenku,, sebenarnya apa tujuan dan alasanku untuk stay di medan saat ini,
karena ingin memimpin mereka,,
tapi kok malah sekarang aku nggak punya waktu buat mereka...
airmata akhirnya keluar, terus-terusan, mengalir nggak berhenti sepanjang malam itu ..
benar-benar tertegur :(
sebenarnya masalahnya bukan terletak pada seharusnya aku bekerja atau tidak bekerja ..
aku pikirpun ketika kita tidak bekerja, kita juga tidak berhikmat dalam beberapa kondisi dan situasi..
jadi bukan berarti ketika sudah tamat harus bekerja ataupun sesudah tamat seharusnya bisa bekerja tapi kita malah memilih untuk tidak bekerja ..
dalam situasi dan kondisiku saat ini ,setelah lulus kompetensi dokter gigi aku pikir aku sudah bisa mengerjakan praktek di klinik karena aku sudah berkompoten, kompotensiku telah diakui.
ternyata setelah sedikit ditegur oleh senior dan kembali aku juga membaca undang-undang praktek kedokteran, aku baru tersadar ...
"dokter/dokter gigi tidak boleh melakukan praktek kedokteran terhadap pasien jika dia belum memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Ijin Praktek)"
Dan saat ini aku tidak sedang memiliki STR apalagi SIP, dan aku mengerjakan pasien di praktek.
dan yah well, aku telah melakukan pelanggaran.
Langsung ambil keputusan untuk resign dari tempat kerjaan ,tapi ya itu iblis juga nggak tinggal diam.
ngebayangin aku akan sangat lama berdiam diri, tidak mengerjakan pasien akan membuat jari-jariku kaku. akan membuat skillku tidak terasah, sementara di tempat praktekku ini, aku begitu banyak belajar. secara teori, pengalaman dan cara berkomunikasi dengan pasienpun, aku bisa mendapatkannya disini, terasa tidak ingin melepaskan pekerjaan ini :(
selain itu kakak senior dimana aku bekerja, begitu baik, nggak pernah pelit dengan ilmu. nggak tega juga rasanya mau meninggalkan dia yang sudah sangat baik itu, apalagi dia sedang hamil tua :(
menyenangkan Allah nggak selamanya juga bisa menyenangkan manusia.
saat aku mewartakan isi hatiku ...
aku bisa melihat kekecewaan dari sikapnya,,
aku melihat ketidakterimaannya dengan alasanku yang sepertinya nggak masuk akal,,
bahkan kemungkinan dia ngerasa bahwa aku sungguh bodoh menyia-nyiakam kesempatan,,
mulai hari itu, perasaanku ketika bekerja semakin tidak nyaman lagi,,
selain bekerja terpaksa (aku tetap masuk kerja sebelum aku bisa menemukan penggantiku), tekanan dari kakak senior juga terasa menghantui ..
sedih sekali rasanya bekerja di masa-masa penantian dokter gigi pengganti (untuk mencari drg pengganti yang juga memenuhi syarat (punya STR dan SIP), sangat sulit sekali)...
cukup lama juga aku bekerja disana dalam suasana hati yang sedemikian...
namun di masa-masa penantian ini, aku diajari oleh Tuhan banyak hal. banyak sekali...
melalui saat-saat teduhku yang ternyata terus menerus menguatkan,,
melalui kakak-kakak sepelayanan yang juga terus meneguhkanku dalam keputusan ini (inilah pentingnya persekutuan sesama orang percaya),,
semakin melihat keterbebanan mana yang sekarang sedang Tuhan beri porsi lebih di hatiku ..
hari ini tepat seminggu yang lalu, aku off dari pekerjaanku,,
akhirnya dokter gigi pengganti itu datang juga ,,
dalam diamNya ,Allah bekerja.
jalan-jalanNya di langit, jalan-jalannya kita di bumi.
PikiranNya memang tak terselami.
Kakak seniorku itu juga sudah bisa memulihkan hatinya,,
dia bisa menerima sebenarnya apa alasanku untuk tidak bisa melanjutkannya,,
semoga praktek kakak itu, boleh semakin Tuhan berkati.
Belajar untuk taat itu sungguh sulit, sangat sulit tapi bukan berarti tidak bisa. BISA !!!
apalagi ketika kita mau belajar taat, rasa-rasanya setiap hal di sekeliling kita itu sedang mendukung ketidaktaatan kita tersebut.
karena ternyata ada banyak dokter gigi yang belum punya STR dan SIP sekarang ini telah melakukan praktek-praktek kedokteran.
ada banyak dokter gigi yang mempekerjakan dokter gigi yang belum ada STR dan SIP bahkan mahasiswa co-ass.
dan mereka baik-baik saja sekarang ini, nggak hanya makmur secara financial tapi juga makmur secara ilmu.
lantas kenapa nggak ikut apa yang mereka buat saja, toh mereka sudah bertahun-tahun mengerjakannya tidak kena sanksi apapun.?
sebenarnya mereka telah mendapatkan sanksi aku pikir.
mungkin bukan sanksi hukum, tapi secara tidak langsung sebenarnya mereka sudah menerima sanksi moral. itupun kalau yang punya moral. hihi
ditambah lagi, ketika seseorang telah tamat dan lulus menyandang gelar dokter gigi, rasa-rasanya pengen bisa mendapatkan penghasilan atau setidaknya punya jawaban yang mantap ketika ditanya, "sekarang kerja dimana ?"
"belum bekerja"
serasa jatuh harga diri, hahahahaha :D
bukan itu sih maksudnya, karena proses untuk akhirnya memiliki STR yang sangat panjang ,belum lagi mengurus SIP nya, itu membutuhkan waktu yang sedemikian lama dan complicated.
jobless dalam masa kurang lebih bisa 6 bulan setelah tamat. itu masih untuk dapatkan STR nya saja, belum lagi untuk mengurus SIP nya.
aku rasa itu waktu yang cukup lama.
Di tengah dunia yang begitu menggoda menawarkan berjuta kenikmatan,
di tengah keterbatasan untuk menahan segala pencobaan,
di tengah pergumulan lain yang juga sedang dihadapi,
aku memilih untuk tetap taat. tidak sama dengan dunia ini.
karena aku anak Allah, murid Kristus. umat kepunyaanNya.
Tuhan juga bilang dalam Lukas 9:23, “...Setiap orang yang mau mengikut Aku ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Kalok mau ikut Dia, ya harus sangkal diri tiap hari, pikul salib tiap hari.
tapi kenapa mesti khawatir?, kan Tuhan janjikan kemenangan di setiap peperangan.
Tuhan janjikan sukacita ganti dukacita.
Allah kita itu dahsyat. Berkuasa atas segala kuasa.
Sekarang dengan bangga aja rasanya menjawab, "iya tidak sedang praktek dimana-mana tapi sedang bekerja, bekerja di ladangNya Tuhan"
hihi
Semoga, kita yang di dalam penantian-penantian ini, terus boleh tetap taat.
penantian dalam jenis dan bentuk apapun.
penantian pekerjaan, penantian dokter gigi pengganti (haha), penantian gelar dokter gigi yang agak sedikit memakan waktu lama, penantian STR&SIP bahkan penantian teman hidup (loh!-->mungkin akan ada pembicaraan lebih lanjut untuk yang satu ini :D)
Tuhan hanya meminta kita untuk tetap TAAT dalam masa-masa penantian ini,
TAAT setiap waktu, TAAT tiap-tiap hari :)
hingga pada akhirnya Ia menjawab penantian kita dengan SUKACITA yang INDAH.
dengan KEMENANGAN.
sehingga Ia terus yang dimuliakan melalui ketaatan yang kita kerjakan.
Selamat menanti dalam ketaatan kepadaNya.
14/10/2013-29/10/2013

12.55
haspeni