Rabu, 23 Oktober 2013

terkadang untuk menyelesaikan sebuah tulisanpun perlu waktu yang tepat, mood yang tepat dan tempat yang tepat. kemaren abis nulis-nulis tapi sampe sekarang tulisan gak selesai-selesai. padahal itu tulisan mau menjawab kegundahan dalam puisi yang kemaren. malah sekarang buat tulisan baru karena jadi gak bisa lagi melanjutkan tulisan kemaren, udah stuck! bingung cari pencerahan kemana :( lain x dibuat ulang deh di saat yg tepat dgn orang yg tepat *upss

hari itu adalah sebuah hari yang membahagiakan, ya aku pikir itu membahagiakan bagiku karena Tuhan mengajarkanku banyak hal pada hari itu. aku mencintai hari itu.

hari itu dimana aku bener-bener harus berkomitmen atas komitmen yang telah kubuat sendiri atas rencananNya. aku diutus oleh Tuhan untuk mengerjakan panggilanku di dunia medis.
diutus dan dilantik secara keseluruhan bersama komponen-komponen lain se-perkantas.
baik persekutuan siswa, mahasiswa, alumni dan medis.
itu pelayanan pertamaku secara struktural.
thank God still give me chance to serve You more :)

pada saat akan dilantik, satu-persatu nama dipanggil ke depan. serasa aneh juga jika namaku dipanggil. yahh.. gimana, namanya juga melankolik, gak terlalu sukak keramaian dan tampil di depan banyak orang,, :)
sedikit malu.
dan tiba namaku dipanggil.
riuh-riuh bersuit-suitan dan bersorak-sorak tak henti bertepuk tangan dan berteriak. mereka berseru-seru ketika namaku dipanggil.
ya, mereka.
mereka dari persekutuan siswa ,teman sekerja sepelayananku dahulu ketika mengerjakan seminar Love, Dating and Sex agustus kemaren.
seminar yg diadakan oleh persekutuan siswa perkantas medan.
senang sekali rasanya, bahwa mereka sangat menghargai kebersamaan kami selama ini.
sebegitu care dan sayangnya mereka kepadaku sehingga menyambut sedemikian rupa.
huhu, itu sama sekali tidak kuduga.
terimakasih sahabat *peluk*
thank God still give me friends like them to remember me to serve others more :)

setelah pengutusan, kami (persekutuan medis) sepakat untuk menjenguk kakak senior medis yang baru saja operasi katarak di rumah sakit.
aku sudah tau sebelumnya dari kakak kelompokku bahwa kakak ini selama ini mengonsumsi obat-obatan.
kakak itu mengidap penyakit jantung bawaan.
penyakit ini diketahui kira-kira 4 atau 5 tahun yg lalu dan kakak itu sudah divonis dokter hanya bisa bertahan 1 atau 2 tahun saja.
namun sampai sekarang Tuhan yang ajaib memberi bonus kepada kakak itu.
dalam kondisi yang sedemikian ini, kakak itu tidak pernah mengeluh selama kami ada dirumah sakit.
tidak pernah merasakan kesakitan.
tidak pernah ada rasa kecewa.
yang keluar dari mulutnya hanya rasa syukur.
jika kita bayangkan, seseorang dengan penyakit jantung bawaan menghadapi operasi, banyak sekali kemungkinan-kemungkinan risiko yang terjadi, tetapi Tuhan membantunya untuk melewati semuanya.
tidak hanya kakak itu saja yang hebat, ibu kakak itu juga sangat hebat.
hanya tersenyum dan bersyukur.
itu yang kutemui dari raut wajah ibu tersebut walaupun ia tau bagaimana kodisi putrinya.
mereka berdua sungguh hebat.
ketika kami mengatakan hal demikian, ibu kakak itu langsung menyeletuk, "bukan kami yang hebat, tapi Tuhan yang kami sembahlah yang hebat".
luar biasa. kami hanya bisa tersenyum.

di dalam percakapan-percakapan ini, sebut saja kak Es menguatkan tidak hanya kakak senior kami yang sedang sakit ini tetapi aku pribadi juga dikuatkan melalui apa yang ia dapat belakangan ini.
beberapa hari yang lalu kak Es berkunjung ke rumah alumni yang sedang sakit.
beliau terkena kanker payudara.
beliau dioperasi di salah satu rumah sakit di indonesia untuk mengangkat sel-sel kankernya.
setelah seminggu operasi selesai, tanpa ada tindakan dan penjelasan dari tim medis (karena ternyata selama seminggu luka operasi tidak dibersihkan dan perban tidak diganti) ,menyebabkan terjadinya pembusukan pada luka operasi di payudara yang menyebabkan kondisi luka semakin parah. sehingga hal tersebut malah membuat penyakit baru buat beliau, beliau terserang bakteri Tuberculosis.
hampir menangis rasanya mendengar cerita kak Es.
namun karena beliau tidak mau repot mengurusi kelalaian dokter dan perawat di rumah sakit tersebut, beliau memutuskan pulang dan melanjutkan pengobatan ke negeri tetangga.
rasa-rasanya tidak pernah saya mendengar ada dokter setega itu, ada perawat yang sedemikian teledornya untuk tidak memperhatikan pasiennya, bahkan pasien yang notabene nya dalam kondisi yang urgent (pasca operasi)
namun kak Es bercerita bahwa beliau tidak mengeluh akan kondisinya, dia tidak menyerah akan keadaannya.
dia tersenyum, dia tertawa, dia berkhotbah.
pada saat-saat kemoterapi, suami beliau ternyata dalam kondisi yang tidak fit pula.
suami beliau terkena penyakit hepatitis dan harus dilakukan operasi segera.
dalam kondisi beliau yang sedang dikemo dan suami yang akan dioperasi, memaksa mereka untuk bergantian menjaga.
ketika suami beliau dioperasi dan menunggu selama pemulihan, beliau yang tetap pula menjaga suaminya.
dengan rambut yang sudah mulai rontok dan badan yang sudah mulai langsing.
mereka bersyukur dan menikmati keadaan mereka yang demikian. karena mereka menghadapinya bersama Tuhan.
bahkan mereka bersyukur telah mengalami hal-hal ini sehingga mereka semakin menyadari kasih Allah dalam hidup mereka.
bahwa Allah sangat mengasihi mereka.
luar biasa ya, mereka-mereka ini ....:)
di tengah kondisi yang begitu tidak mengenakkan ,kondisi yang begitu pedih sebenarnya tapi mereka bersyukur dan bersukacita.
mengalami Tuhan dan menikmatiNya dalam ke setiap hari-hari mereka.
Tuhan memang ajaib, Tuhan memang luar biasa.
ya.. karena hanya Yesus yang bisa memuaskan kita semua.
ya Yesus yang bisa mengisi hati kita dengan kesukaan di setiap kondisi apapun.
ketika kita memilikiNya, kita merasa sudah cukup. KITA PUAS.

pengalaman orang-orang luar biasa ini menginspirasiku untuk hidup terus bersyukur.
hidup bersukacita di dalamNya.
mereka orang-orang yang boleh aku temui dan aku dengar ceritanya, yang kemudian secara tidak langsung sedang membagi Firman Tuhan kepadaku, kepada setiap kami yang ada diruangan rumah sakit tersebut.
ya,.. Tuhan terus berkarya dalam hidup mereka, bahkan saat mereka sakitpun mereka tetap mengerjakan pelayanannya bagi Allah.
dan kami percaya, penyerahan penuh mereka kepada Allah akan terus membuat mereka bersukacita. sampai kapanpun :)
thank God still give me inspiring people to living just for You :)

ada banyak bentuk rasa terimakasih kepada Allah.
mulai dari anugerah khusus berupa keselamatan, sampai anugerah umum berupa kesehatan. serta begitu banyak anugerah-anugerahNya yang lain.
begitu banyak hal yang Tuhan beri dan ajarkan.
sudah sepatutnya rasa syukur terus diserukan kepada Ia yang Empunya kerajaan surga.
Terimakasih ya Allah buat hari-hari yang indah dan buat masa depan yang penuh harapan.

To God be the Glory!

0 komentar :

Posting Komentar