Rabu, 29 Oktober 2014



                Pagi ini, dengan sangat senang hatidan bersukacita kembali bisa bertemu dengan labtop nan cantik dan menawan. Sudah beberapa bulan, tidak pernah lagi menulis di depan labtop, rasanya rindu sekali. Labtop ini sudah kuduakan dengan tablet yang ternyata dia tak berfungsi seperti yang kuinginkan. Dapat dibawa kemana-mana tapi tetap saja tak bisa sebebas menulis di labtop. Ada perasaan hambar. Mungkin ini juga pesan yang mau disampaikan di hari istimewa ini, ha ha ha. Tidak ada yang sempurna. Walaupun dia terlihat baru dan menarik, toh ia memiliki kekurangan, bahkan ternyata kita juga sangat merindukan yang lama.(curhat)
                Dua puluh lima. Angka yang tidaklah sedikit untuk ukuran usia. Seperempat abad. Wow! Itu amazing banget. Nggak nyangka ya, berasa tahun lalu masih 19 hihi. (ini udah jelas bohongnya!)
Seharusnya di usia ini, kedewasaan semakin meningkat. Karakter semakin teruji. dan kebijaksanaannya bertambah. Amin amin amin.
                Dua minggu sebelumnya sebenarnya yang paling luar biasa kejadiannya. Tuhan benar-benar menguji sedemikian rupa dalam tahap mencapai umur sekarang. Kesabaran benar-benar sedang diasah. Tapi pengasahannya mungkin terlalu keras. Gesekannya begitu terasa. Ya.. disini sakitnya. Haha.
Nggak dari pekerjaan yang sedikit menekan. Pasien yang banyak maunya bahkan teman sekerja yang terkadang tidak mendukung kita. Beban sebagai dokter itu berat banget. Ya,,, sangat sangat berat. Mungkin aku lebih memilih untuk menjadi penulis lepas aja deh, dibanding jadi seorang dokter yang kata orang-orang itu profesi yang mulia. Itu sih kalok aku nggak kenal Tuhan Yesus. Aku kan kenal baik dengan Tuhan Yesus, ya udah pasti penempatanku sebagai dokter gigi adalah sebuah janji Tuhan untuk menggenapi rencanaNya melalui profesiku. Aku sungguh bersukacita Ia mau memasukkanku dalam kabinet kerja Allah di dunia. Bukankah itu sebuah anugerah besar?
                Selain itu orang-orang di sekitarku yang sangat-sangat hebat dan kukagumi ternyata tak memenuhi ekspektasiku terhadap mereka. Mungkin aku yang terlalu berekspektasi tinggi. Ketularan fansnya pak Jokowi kali aku ya?! Tapi jujur sih saya termasuk fans berat pak Jokowi, hmm bukan pak Jokowi aja sih, tapi dengan seluruh anggota keluarganya juga. Keluarga yang sangat menginspirasi. Tapi aku sih nggak kecewa dengan kabinet kerjanya bapak Presiden. Hihi kita beri kesempatan dulu yok para menteri bekerja, baru nanti kita sama-sama evaluasi. Sip!
                Dua minggu yang luar biasa itu buat aku mellow mellow gak jelas. Mewek banget sampe pakek ingus. Karena semua datangnya bebarengan. Keluarga juga yang ternyata perlu diperhatikan dan membutuhkan perhatian besar. Orantua yang udah mulai menuju kekanak-kanakan. Oke, aku harus bisa menerima sifat mereka tersebut. Dan aku akan terus mencintai mereka. Love you mamak dan bapak.
Semuanya begitu mengacaukan pikiran. Setiap malam tidurnya kurang. Selalu tidur pagi hari. Pengen nulis tapi takut tiba-tiba mengisak sendiri. Nggak pengen juga sih kelihatan lembek. Pret!
                Terimakasih Tuhan buat hari ini. Ada banyak yang terjadi sebelumnya tapi hari ini Engkau selesaikan semuanya. Ya.. semuanya tanpa terkecuali. Mungkin juga untuk urusan yang satu itu. Iya.. itu! Yang satu itu. Sudah enceng. Udah over. Udah tutup buku. Udah case closed!
Nggak mau juga sih terjebak dalam nostalgia. (cie.. bahasanya uda dewasa bgt ini!)
Sedih sih, sedih kali.
Bahkan tadi diangkot tiba-tiba mata udah berkaca-kaca aja.
Tapi nggak dengan ketika mengetik kata-kata ini di labtop. Saya masih dengan warna mata yang jernih.
Walau sedikit mengantuk. Haha (modus!)
                Terimakasih ya Tuhan membantuku untuk terus murni. Seperti layaknya memurnikan perak, Tuhan saat ini sedang membakarku sampai akhirnya aku bisa dibentuk sesukaNya. Ya.. sesukaNya saja.
                Terimakasih untuk semua orang yang pernah dan terus ada dalam hidupku. Kalian semua membantuku untuk hari makin hari terus makin mengenal Allah. Dan biarlah kasih karunia Allah cukup bagiku untuk terus bersukacita dalam setiap harinya.
                Pujilah Tuhan yang MahaEsa. Kemuliaan hanya bagi Allah di tempat yang MahaTinggi.

Aku datang seperti hewan
Karena aku tak berarti mengenakan apapun
Aku bukan paham dengan semuanya

jalanMu begitu menggelisahkan
karena terasa berat diatas pundak
tapi jalan itu menempa kemandirian

sakit memang sakit
tapi aku terus merindukan jamahan tangan ini
aku mau terus berdiam dibawah kakiNya

Selamat ulang tahun wanita cantik kepunyaan Allah. Selamat membuka kasus yang baru. Uhuk!


               

0 komentar :

Posting Komentar