Pagi ini, dengan
sangat senang hatidan bersukacita kembali bisa bertemu dengan labtop nan cantik
dan menawan. Sudah beberapa bulan, tidak pernah lagi menulis di depan labtop,
rasanya rindu sekali. Labtop ini sudah kuduakan dengan tablet yang ternyata dia
tak berfungsi seperti yang kuinginkan. Dapat dibawa kemana-mana tapi tetap saja
tak bisa sebebas menulis di labtop. Ada perasaan hambar. Mungkin ini juga pesan
yang mau disampaikan di hari istimewa ini, ha ha ha. Tidak ada yang sempurna.
Walaupun dia terlihat baru dan menarik, toh ia memiliki kekurangan, bahkan
ternyata kita juga sangat merindukan yang lama.(curhat)
Dua puluh lima.
Angka yang tidaklah sedikit untuk ukuran usia. Seperempat abad. Wow! Itu
amazing banget. Nggak nyangka ya, berasa tahun lalu masih 19 hihi. (ini udah
jelas bohongnya!)
Seharusnya di usia ini, kedewasaan semakin meningkat. Karakter semakin
teruji. dan kebijaksanaannya bertambah. Amin amin amin.
Dua minggu
sebelumnya sebenarnya yang paling luar biasa kejadiannya. Tuhan benar-benar
menguji sedemikian rupa dalam tahap mencapai umur sekarang. Kesabaran
benar-benar sedang diasah. Tapi pengasahannya mungkin terlalu keras. Gesekannya
begitu terasa. Ya.. disini sakitnya. Haha.
Nggak dari pekerjaan yang sedikit menekan. Pasien yang banyak maunya
bahkan teman sekerja yang terkadang tidak mendukung kita. Beban sebagai dokter
itu berat banget. Ya,,, sangat sangat berat. Mungkin aku lebih memilih untuk
menjadi penulis lepas aja deh, dibanding jadi seorang dokter yang kata
orang-orang itu profesi yang mulia. Itu sih kalok aku nggak kenal Tuhan Yesus.
Aku kan kenal baik dengan Tuhan Yesus, ya udah pasti penempatanku sebagai
dokter gigi adalah sebuah janji Tuhan untuk menggenapi rencanaNya melalui
profesiku. Aku sungguh bersukacita Ia mau memasukkanku dalam kabinet kerja
Allah di dunia. Bukankah itu sebuah anugerah besar?
Selain itu
orang-orang di sekitarku yang sangat-sangat hebat dan kukagumi ternyata tak
memenuhi ekspektasiku terhadap mereka. Mungkin aku yang terlalu berekspektasi
tinggi. Ketularan fansnya pak Jokowi
kali aku ya?! Tapi jujur sih saya termasuk fans
berat pak Jokowi, hmm bukan pak Jokowi aja sih, tapi dengan seluruh anggota
keluarganya juga. Keluarga yang sangat menginspirasi. Tapi aku sih nggak kecewa
dengan kabinet kerjanya bapak Presiden. Hihi kita beri kesempatan dulu yok para
menteri bekerja, baru nanti kita sama-sama evaluasi. Sip!
Dua minggu yang
luar biasa itu buat aku mellow mellow gak
jelas. Mewek banget sampe pakek ingus. Karena semua datangnya bebarengan.
Keluarga juga yang ternyata perlu diperhatikan dan membutuhkan perhatian besar.
Orantua yang udah mulai menuju kekanak-kanakan. Oke, aku harus bisa menerima
sifat mereka tersebut. Dan aku akan terus mencintai mereka. Love you mamak dan bapak.
Semuanya begitu mengacaukan pikiran. Setiap malam tidurnya kurang.
Selalu tidur pagi hari. Pengen nulis tapi takut tiba-tiba mengisak sendiri.
Nggak pengen juga sih kelihatan lembek. Pret!
Terimakasih Tuhan
buat hari ini. Ada banyak yang terjadi sebelumnya tapi hari ini Engkau selesaikan
semuanya. Ya.. semuanya tanpa terkecuali. Mungkin juga untuk urusan yang satu
itu. Iya.. itu! Yang satu itu. Sudah enceng.
Udah over. Udah tutup buku. Udah case closed!
Nggak mau juga sih terjebak dalam nostalgia. (cie.. bahasanya uda
dewasa bgt ini!)
Sedih sih, sedih kali.
Bahkan tadi diangkot tiba-tiba mata udah berkaca-kaca aja.
Tapi nggak dengan ketika mengetik kata-kata ini di labtop. Saya masih
dengan warna mata yang jernih.
Walau sedikit mengantuk. Haha (modus!)
Terimakasih ya
Tuhan membantuku untuk terus murni. Seperti layaknya memurnikan perak, Tuhan
saat ini sedang membakarku sampai akhirnya aku bisa dibentuk sesukaNya. Ya..
sesukaNya saja.
Terimakasih untuk
semua orang yang pernah dan terus ada dalam hidupku. Kalian semua membantuku
untuk hari makin hari terus makin mengenal Allah. Dan biarlah kasih karunia
Allah cukup bagiku untuk terus bersukacita dalam setiap harinya.
Pujilah Tuhan
yang MahaEsa. Kemuliaan hanya bagi Allah di tempat yang MahaTinggi.
Aku datang seperti hewan
Karena aku tak berarti mengenakan apapun
Aku bukan paham dengan semuanya
jalanMu begitu menggelisahkan
karena terasa berat diatas pundak
tapi jalan itu menempa kemandirian
sakit memang sakit
tapi aku terus merindukan jamahan tangan ini
aku mau terus berdiam dibawah kakiNya
Selamat ulang
tahun wanita cantik kepunyaan Allah. Selamat membuka kasus yang baru. Uhuk!

01.43
haspeni
0 komentar :
Posting Komentar