Hari ini mewek sekali, sebenarnya belakangan ini terus mewek....
susah juga jadi wanita melankolis, gampang banget nangis ...
gak tau kenapa, air mata gak sengaja ngalir terus ...
aku coba memikirkan apa yang kualami sepanjang belakangan ini,,
tadi pagi sih baru curhat sama sahabat, ngomongin banyak hal tentang karakter, tentang pola pikir. bagamana berhikmat melihat segala sesuatu.
sulit untuk menerima banyak karakter yang akhirnya bikin aku pusing sendiri. sampai kepada titik bahwa, aku sedang tidak dipersiapkan di tempat itu, dan tidak akan mempersiapkan diri di tempat itu.(*ini pemikiran yang kubuat sendiri*)
sepanjang hari belajar untuk terus mau berhikmat, terus mau merendahkan diri, terus mau diajari oleh Allah.
dalam sepanjang perjalanan itu, aku menemukan ada kedamaian tapi aku tetap tidak mendapat solusi. perasaan yang benar-benar bikin sakit dan menyiksa.
Aku terus mau memandang Allah yang sedang kulayani, bukan manusia bahkan bukan diriku sendiri.
Belajar dari Salomo, ketika ia ditanya Tuhan, apa yang menjadi keinginannya, dia menjawab. HIKMAT.
karena memang ternyata, untuk punya hikmat itu sulit. SANGAT SULIT.
aku juga belajar dari Rick Warren, "kerjakanlah apa yg menjadi bagianmu dan jangan ambil apa yang bukan menjadi bagianmu agar apa yang dikerjakan menjadi maksimal"
terpikir bahwa mengerjakan apa yang menjadi bagianku, sudah dan sedang kukerjakan. namun terkadang ada orang-orang yang kemungkinan melihat bahwa itu bukanlah bagianku.
akhirnya ada pergesekan karakter yang kuat, yang sebenarnya memicu tangisanku hari ini,
tapi belajar dari semua yang Tuhan boleh sampaikan. aku mengambil kesimpulan. untuk hal yang tidak prinsipil demi tidak terjadinya perselisihan, aku mau mengalah. aku pikir, ini bukanlah hal yang prinsipil, dan aku mau terus belajar mengenal karakter orang lain. disitu pulalah sebenarnya Tuhan juga sedang ingin membentukku. Namun untuk hal-hal prinsipil, kita boleh berkeras akan hal itu. katakan TIDAK AKAN PERNAH MENGALAH !!!
itu saja yang terus aku pegang. dan terus juga minta Tuhan bantu aku kuat terus berjuang. GANBATTE!!!!:)
malam ini juga makin mewek sih, lihat mika angelo di rcti, dia nyanyi, dia main gitar. bukan karena terpesona sebenarnya. aku tidak pernah menyukainya. dan aku juga tidak menemukan x-factor di dalam dirinya.. haha *uda kayak ahmad dhani* tapi gak tau mengapa mika memicuku untuk terus kepengen nangis ...
ada kondisi yang sebenarnya kita mau dan inginkan, tapi banyak faktor yang bikin kita akhirnya memutuskan untuk berkata tidak. bahkan untuk hal yang sangat sensitif sekalipun. sebenarnya kemungkinan faktor tersebut hanyalah ketakutan-ketakutan yang kita buat sendiri, faktor yang disimpulkan sebelum mencoba. tapi balik lagi kepada hikmat, hikmat yang bisa menilai ini semua.
walaupun sangat mewek malam ini, aku mau tetap belajar menerima kenyataan, menata hati kembali, memanagemen perasaan dan membiarkan keinginanku terlantar sebentar.
yang terpenting adalah membiarkan Allah terus berdaulat dan mempersembahkan hidup untuk kemuliaanNya. Gak ada alasan selain itu, Dan gak ada kompromi juga untuk itu.
Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan :)
susah juga jadi wanita melankolis, gampang banget nangis ...
gak tau kenapa, air mata gak sengaja ngalir terus ...
aku coba memikirkan apa yang kualami sepanjang belakangan ini,,
tadi pagi sih baru curhat sama sahabat, ngomongin banyak hal tentang karakter, tentang pola pikir. bagamana berhikmat melihat segala sesuatu.
sulit untuk menerima banyak karakter yang akhirnya bikin aku pusing sendiri. sampai kepada titik bahwa, aku sedang tidak dipersiapkan di tempat itu, dan tidak akan mempersiapkan diri di tempat itu.(*ini pemikiran yang kubuat sendiri*)
sepanjang hari belajar untuk terus mau berhikmat, terus mau merendahkan diri, terus mau diajari oleh Allah.
dalam sepanjang perjalanan itu, aku menemukan ada kedamaian tapi aku tetap tidak mendapat solusi. perasaan yang benar-benar bikin sakit dan menyiksa.
Aku terus mau memandang Allah yang sedang kulayani, bukan manusia bahkan bukan diriku sendiri.
Belajar dari Salomo, ketika ia ditanya Tuhan, apa yang menjadi keinginannya, dia menjawab. HIKMAT.
karena memang ternyata, untuk punya hikmat itu sulit. SANGAT SULIT.
aku juga belajar dari Rick Warren, "kerjakanlah apa yg menjadi bagianmu dan jangan ambil apa yang bukan menjadi bagianmu agar apa yang dikerjakan menjadi maksimal"
terpikir bahwa mengerjakan apa yang menjadi bagianku, sudah dan sedang kukerjakan. namun terkadang ada orang-orang yang kemungkinan melihat bahwa itu bukanlah bagianku.
akhirnya ada pergesekan karakter yang kuat, yang sebenarnya memicu tangisanku hari ini,
tapi belajar dari semua yang Tuhan boleh sampaikan. aku mengambil kesimpulan. untuk hal yang tidak prinsipil demi tidak terjadinya perselisihan, aku mau mengalah. aku pikir, ini bukanlah hal yang prinsipil, dan aku mau terus belajar mengenal karakter orang lain. disitu pulalah sebenarnya Tuhan juga sedang ingin membentukku. Namun untuk hal-hal prinsipil, kita boleh berkeras akan hal itu. katakan TIDAK AKAN PERNAH MENGALAH !!!
itu saja yang terus aku pegang. dan terus juga minta Tuhan bantu aku kuat terus berjuang. GANBATTE!!!!:)
malam ini juga makin mewek sih, lihat mika angelo di rcti, dia nyanyi, dia main gitar. bukan karena terpesona sebenarnya. aku tidak pernah menyukainya. dan aku juga tidak menemukan x-factor di dalam dirinya.. haha *uda kayak ahmad dhani* tapi gak tau mengapa mika memicuku untuk terus kepengen nangis ...
ada kondisi yang sebenarnya kita mau dan inginkan, tapi banyak faktor yang bikin kita akhirnya memutuskan untuk berkata tidak. bahkan untuk hal yang sangat sensitif sekalipun. sebenarnya kemungkinan faktor tersebut hanyalah ketakutan-ketakutan yang kita buat sendiri, faktor yang disimpulkan sebelum mencoba. tapi balik lagi kepada hikmat, hikmat yang bisa menilai ini semua.
walaupun sangat mewek malam ini, aku mau tetap belajar menerima kenyataan, menata hati kembali, memanagemen perasaan dan membiarkan keinginanku terlantar sebentar.
yang terpenting adalah membiarkan Allah terus berdaulat dan mempersembahkan hidup untuk kemuliaanNya. Gak ada alasan selain itu, Dan gak ada kompromi juga untuk itu.
Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan :)

00.24
haspeni