Selasa, 09 Juli 2013

waduh, sekuel cinta sejatinya mana ???  :D
saya baru ingat, ada kesukaan saya yang terlupakan, hobby yang terabaikan,,,
alasannya sih,, yang sedang mempersiapkan pernikahan abang, sedang dikejar-kejar ujian kompetensi yang aduhai, segala macam hal yang sedang dikerjakan menanti untuk dipikirkan setiap malam, atau sebenarnya kerinduan untuk terus berbagi melalui blog ini yang sudah mulai luntur ?? haha
dan kemudian lupa masih harus nyambungi sekuel cinta sejati, tapi itu kita pending dulu cinta sejatinya ya ...

karena hari ini meluap-luap karena tadi baru ktb bareng kakak-kakak senior fkg, kebetulan ada yang baru pulang dari papua abis ptt, ada yang baru pulang dari kalimantan juga, berbagi cerita serta kami juga berbagi tentang bahan hari ini "KESEPIAN" ,haha (*kok tiba-tiba ngerasa ini aku banget ya! haha)

ada banyak jenis kesepian sebenarnya, tapi saya tertarik dengan satu bentuk kesepian yang penuh sukacita. (kontradiksi ini sepertinya ya ?), tapi ini memang benar akhirnya saya bisa temukan maksudnya,
ketika persiapan untuk bahan ini, saya sedikit merasa bingung dengan pemahaman Clark Moustakas dalam bukunya Lonelinnes, "Manusia pada akhirnya selalu berada dalam kesepian. Entah itu karena penderitaan yang hebat oleh karena keterasingan atau penyakit, perasaan kehilangan karena kematian orang yang sangat dikasihi, atau adanya sukacita yang mendalam yang dialami sebagai ciptaan yang agung."

kemungkinan 2 pernyataan pertama bentuk kesepian masih bisa saya terima dengan akal sehat secara cepat tapi saya bingung dengan pernyataan yang terakhir, bahwa sukacita yang mendalam sebagai ciptaan yang agung adalah sebuah bentuk dari kesepian.
terkadang sebenarnya kesepian kita itu memang membawa kita menikmati Allah dengan penuh. Menyadari bahwa kita benar-benar ciptaanNya yang agung sehingga kita punya berbagai rasa untuk bisa kita nikmati setiap prosesnya. Dan satu hal yang penting juga adalah, kesepian yang kita rasakan membawa kita kepada suatu titik bahwa hanya Tuhanlah yang mampu memuaskan hati kita dan menjawab segala unek-unek dan ganjalan di dalam kepala kita. Amazing God.

tapi disini kita juga gak memungkiri, ketika kita dalam keadaan kesepian, kita berpikir bahwa kita hanya perlu Tuhan dan tidak memerlukan orang lain atau segala apapun. John Stott bilang begini, "Walaupun Tuhan berada dekat dengan kita dan selalu menguatkan kita, tidak berarti kita boleh meremehkan hal-hal yang dapat membantu kita. Bila roh kita kesepian, kita butuh teman. Bila tubuh kita kedinginan, kita butuh pakaian. Bila pikiran kita jemu, kita membutuhkan buku-buku. Semuanya ini bukan tidak rohani. Semuanya merupakan kebutuhan wajar dan alamiah dari seorang manusia yang lemah dan fana. Jangan kesampingkan hal-hal ini. Janganlah menjadi begitu rohani atau super rohani sehingga anda mengatakan tidak lagi membutuhkan teman. Bila anda melebih-lebihkan hidup rohani berarti anda juga melebih-lebihkan 'Alkitab'" (God's Men from All Nations to All Nations: 81-82)

seperti Pengkhotbah 3 juga bilang, untuk segala sesuatu ada waktunya. ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; dst. dan di ayat 11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

kalok menilik dari pengalaman saya sendiri, saya pernah merasakan kesepian seperti tidak ada yang peduli bahkan terkadang sampai merasakan bahwa Tuhan pun juga sedang tidak peduli dengan apa yang saya rasakan. Saya benar-benar merasa sendiri. Namun saya juga pernah merasa kesepian yang malah saya nikmati sendiri karena saya merasakan kesendirian itu bersama Tuhan (Alone with God)...

Pada akhirnya sebenarnya, semua memang ada masanya untuk bisa kita nikmati, dan kita tidak perlu menghindari rasa kesepian itu. Karena yah, kita pada dasarnya memang manusia. Tapi yang perlu juga kita pahami bahwa di dalam rasa kesepian itu malah bisa membuat kita semakin mengenali Dia.
mengenaliNya lewat kesendirian kita bersamaNya ataupun mengenali Dia melalui orang-orang yang kita butuhkan di dalam rasa kesepian kita dan mungkin juga melalui buku atau menulis seperti yang kemungkinan saya sedang lakukan ini. (*proses mengatasi rasa kesepian ! haha) :)

God makes everything good in His time :)

0 komentar :

Posting Komentar