Selasa, 10 September 2013

malam ini ditemani rintikan hujan yang gemerincik. selalu suka hujan. kesannya romantis. hahaha ...biasalah karakter melankolis ini ...:p
tiba-tiba belakangan ini malah jadi produktif, dalam seminggu bisa menghasilkan 3 tulisan yang selesai. ya.. SELESAI. karena ternyata ada beberapa tulisan yang masih di draft dan sampe sekarang gak siap-siap juga. kayaknya itu tulisan ada yang tahun 2011 sepertinya ..:D

aku teringat khotbah hari minggu kemaren di gereja, pak pendeta sirait cerita tentang adik kelompoknya.
adik kelompoknya itu nanya begini sama Beliau, "pak pendeta, uda dibaptis ? baptisnya kemaren percik atau selam ?",,
dengan lantang pak pendeta menjawab, "baptis percik."
adik kelompoknya bertanya lagi, "pak pendeta bisa bahasa roh?",
dengan rasa ingin pak pendeta menjawab, "saya pengen bisa bahasa roh, tapi Tuhan belum berikan karunia itu pada saya.",
adik kelompoknya langsung bilang begini, "berarti kita nggak sama lah ya pak pendeta".
adik kelompoknya ini kemungkinan ia bisa berbahasa roh dan dibaptis dengan cara diselamkan.
hmm, sebenarnya disini kita tidak sedang mencari pembenaran. tetapi sebagai satu tubuh dalam Kristus (efesus 4:1-6), seyogyanya kita mencari-cari persamaan bukan perbedaan.
apa bedanya mereka yang tidak bisa berbahasa roh dengan yang bisa berbahasa roh ? itu karunia. bukan karena ia bisa berbahasa roh sehingga ia masuk ke dalam kerajaan sorga, bukan ? (1 Korintus 14)
apa bedanya baptis selam dengan baptis percik ? ,.. yang terpenting adalah kita dibaptis (sbg materai kesatuan tubuh Kristus), kita percaya dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. bukan karena dia dibaptis percik langsung masuk surga kan ?

ngomong-ngomong tentang baptis, ada juga yang melakukan pembaptisan ulang. dengan berbagai alasan. mengacu dari  efesus 4:3-6 : "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapanyang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua. Allah yang diatas semua dan oleh semua dan di dalam semua"
disitu jelas sekali dikatakan,  kita sebagai satu tubuh dalam Kristus, kita juga satu baptisan. jadi untuk apa ada baptis ulang ? (baptis ulang ini bukan dimaksud baptis ketika dewasa dimana sebelumnya kita telah dibaptis ketika masih kecil)
ketika kita sudah dibaptis oleh gereja. maka kita sudah dimateraikan dalam satu tubuh Kristus. jadi ketika kita memberikan diri kita untuk dibaptis ulang, berarti apakah itu suatu bentuk ketidakpercayaan kita terhadap persekutuan dalam tubuh Kristus itu sendiri ?

sedih rasanya bahwa kita yang satu dalam tubuh Kristus, harus punya pemahaman yang berbeda-beda namun walaupun demikian, ini bukanlah hal yang fundamental. tidak perlu kita perdebatkan.
mari terus bersama-sama membangun gerejaNya :)
mari terus belajar akan firman Tuhan, terus menerus mau diajari oleh Allah sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran-pengajaran yang tidak berkenan di hadapanNya sehingga membuat kita yang adalah satu tubuh ini menjadi terpecah. (JANGAN SAMPE :( ! )
semoga kita bisa melihat ini semua dengan kasih. :)

mengasihi.mengasihi.dan.mengasihi :) belajar.belajar.dan.belajar :)

0 komentar :

Posting Komentar