Hati ini tak rela rasanya tak membagikan apa yang ada di dalamnya. Tentang apa yg terjadi dengan Indonesia akhir-akhir ini.
Hati saya terenyuh, mata saya berair.
Ini bukan tentang saya, bukan tentang bapak kurus itu atau bahkan segelintir orang dibelakangnya yang menamai diri mereka Tim sukses bapak kurus ini.
Ini tentang kita, tentang Indonesia.
Awalnya saya juga tidak mau ikut-ikut menyuarakan suara hati saya dengan gamblang. Cukup nurani ini yang tahu. Cukup saya buktikan di bilik suara nanti. Tapi melihat semua yang terjadi, hati saya berontak. Saya tak boleh diam saja.
Kengerian ini merajalela. Fitnah dimana-mana. Cela, hina dan olok-olok dialamatkan kepadanya. Ambisi mengalahkan segalanya. Apapun diperjuangkan demi sebuah kekuasaan teratas negeri ini. Apa yang sedang terjadi dengan indonesiaku? Indonesia kita?
Demi kepentingan-kepentingan atas nama rakyat yang sama sekali tidak memihak rakyat? Dan kita sudah tahu apa dan siapa dibalik ini semua.
Ayolah kawan, jangan menutup mata. Lihat secara rasional apa yang sedang dialami Indonesia dan apa yang ia telah kerjakan bagi negara ini.
Jangan selubungkan matamu, hanya karena isu-isu rendahan. Hanya sekedar jawaban tak beralasan demi sebuah tegak tinggi apa yang ada dalam hatimu. Tapi mengorban berjuta-juta jiwa tidak makan.
Ayolah kawan, renungkan di hatimu yang terdalam. Lihat secara moral, bagaimana yang terjadi selama ini di tanah kita dan bagaimana ketulusannya telah berbuah. Tanyakan di dalam hatimu sebenarnya, keberadaaannya sebagai seorang pemimpin diantara pemimpin-pemimpin lainnya. Bukan diantara imajinasimu tentang seorang pemimpin yang sempurna.
Ayolah kawan, jangan tutup mata hatimu. Galilah rasamu yang paling dalam. Sebagaimana nurani saya bergerak untuk mengacungkan 2 jari. Saya percaya nama beliau pun terselip di dalam nuranimu yg terdalam. Karena kita punya cita-cita yang sama terhadap Indonesia.
Kita merindukan sosok pemimpin. Oase di tengah kehausan kita akan pemimpin yang 'baru'. Dan kita melihat harapan pada sosok yang kurus ini.
Ya, saya tahu setelah membaca inipun, ada sekelompok orang yg tak menyukai tulisan ini atau bahkan tak menyukai penulisnya. Aku rapopo. Hihi
Namun, saya percaya, Tuhan akan memihak kepada kebenaran. Sampai kapanpun, rumus itu tak pernah berubah dan tak pernah salah.
Kita semua mendambakan Indonesia yang lebih baik. Kita mendambakan Indonesia yg sejahtera. Dan itu semua dimulai dari kita. Semoga 9 juli nanti, kita bisa memakai suara kita untuk perubahan Indonesia.
Renungkanlah di dalam hatimu. Masih ada beberapa jam untuk menentukan nasib bangsa ini. Dan ditanggal 9 juli, kita akan menciptakan sebuah sejarah bersama-sama. Sejarah pembaruan Indonesia.
Terimakasih pak Jokowi, sudah hadir ditengah keringnya hati kami akan sosok seorang pemimpin. Ditengah keputus-asaan kami akan perubahan di Indonesia. Ditengah hiruk pikuk para pemimpin membicarakan sebuah keadilan yg tak kunjung datang karena ternyata mereka sendiri tak tahu apa arti ketidakadilan.
Kami disini, ya, ada disini, on the right side. Untuk Indonesia yg lebih baik. Untuk Indonesia kita.
Semangat terus pak Jokowi. :)
#jokowi9juli #salam2jari #salamuntukindonesiabaru

16.25
haspeni
0 komentar :
Posting Komentar